Pasca Banjir, Dinas Pertanian Tanbu Lakukan Monitoring dan Pendataan Lahan Pertanian di Satui

 

WAWANCARA: Sekretaris Dinas Pertanian Lamijan - Foto Dok

BORNEOTREND.COM- Banjir yang terjadi di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Provinsi Kalsel berdampak pada sektor pertanian di daerah itu. Diperkirakan ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir.


Terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Lamijan mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan monitoring dan pendataan lahan pertanian pasca terdampak banjir di Kecamatan Satui.


“Pada monitoring tersebut petugas pertanian melihat kondisi lahan pertanian yang terendam banjir, apakah terendam lama atau tidak. Kalau terendam lama kemungkinan gagal ada. Tapi jika terendam tidak begitu lama ada kemungkinan bisa pulih kembali,” ujarnya.


Selain mendata lahan pertanian, pihaknya juga melakukan pendataan ternak dan tanaman pangan lainnya yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Satui.


“Mudahan-mudahan hasil pendataan angkanya tidak banyak, sehingga tidak merugikan petani,” harapnya.


Untuk melindungi pertanian warga dari gagal panen maka ada program pemerintah yaitu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Melalui AUTP petani bisa mendapatkan ganti pembiayaan ketika terjadi gagal panen akibat banjir maupun serangan hama penyakit, selama kerusakannya mencapai 75 persen.


“Program AUTP ini terus kami sosialisasikan kepada petani. Karena petani yang mengikuti AUTP bisa mendapatkan dana kembali untuk melakukan kegiatan pertanian,” tambahnya.


Untuk klaimnya sendiri yakni Rp6 juta/ha yang bisa dimanfaatkan untuk pembelian bibit, pupuk, pengolahan lahan dan lainya.


“Petani hanya membayar 2 persen dari angka premi. Sisanya di subsidi pemerintah,” sebutnya.


Selain AUTP, Pemkab Tanbu juga memiliki program penggantian bibit untuk petani terdampak banjir.


Penulis: Jack


Lebih baru Lebih lama