![]() |
| Noorhalis Majid (Paribasa dan ungkapan banjar, refleksi budaya) |
Karirnya berkutat di situ-situ saja, tidak ada peningkatan berarti. Kawan seangkatan sudah pindah dan berkarir di banyak tempat, menduduki berbagai jabatan, dia seakan setia pada satu tempat, satu posisi, itulah yang dimaksud maulak di luang satu.
Berputar-putar di lobang satu, begitulah arti harfiahnya. Dulu ada permainan klereng lobang tiga, para pemain berloba memasukan klereng mulai dari lobang satu hingga lobang sembilan, siapa lebih dahulu sampai pada lobang sembilan, dialah pemenangnya. Kalau hanya berkutat di lobang satu, berarti kalah. Permainan masa kanak-kanak ini dipinjam untuk melihat karir orang dewasa, tidak berpindah – bergeser, pada satu tempat, satu jabatan posisi.
Dalam kehidupan sering kita temui ada yang bernasib seperti itu, mulai awal bekerja sebagai honorer, tidak pernah diangkat sampai puluhan tahun, bahkan hingga lewat usia menjadi pegawai, akhirnya pensiun sebagai honorer. Atau sudah menjadi pegawai negeri, sudah berpuluh tahun karirnya tetap pada posisi yang itu-itu saja, tidak ada peningkatan. Jadi polisi - tentara, karir - jabatan dan tempat kerjanya tidak berpindah berpuluh tahun. Dalam bisnis juga demikian, tidak ada peningkatan atau perubahan, tetap seperti dulu, misal pedagang klontongan, dari dulu toko atau kiosnya tetap 2X3 meter dengan jualan yang sama sejak memulai usaha, dan berbagai contoh yang kurang lebih sama.
Idealnya, kehidupan terus meningkat, karir terus menanjak – kehidupan semakin lapang. Agama mengajarkan, hari ini harus lebih baik dari kemaren. Kalau hari ini sama dengan hari kemaren maka merugi. Bila lebih buruk, berarti bangkrut. Bila lebih baik itulah yang beruntung. Kenapa harus lebih baik, karena berarti belajar dari berbagai pengalaman, berguru dari banyak kesalahan, untuk berbenah – menata kehidupan menjadi lebih sempurna.
Ungkapan ini memberikan pelajaran – dorongan untuk terus meningkatkan diri. Jangan berhenti pada satu titik dan selamanya ada pada titik itu. Jelajahilah kehidupan yang luas ini. Buatlah berbagai perubahan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. Hidup hanya sekali, beri target, berapa lama dalam satu posisi, setelah itu bergerak pada posisi lainnya, jangan maulak di luang satu. (nm)
