Jelang Idul Fitri, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

 

CEK LAPANGAN: Executive General Manager Regional Kalimantan Freddy Anwar saat mengecek kesiapan armada BBM Pertamina - Foto Dok

BORNEOTREND.COM- Menjelang momen Idul Fitri 1442 H, Pertamina Marketing Operation Region Kalimantan memastikan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Kalimantan terpenuhi. 


Khusus untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax turbo), Pertamina sudah melakukan stok monitoring hingga 11 hari. Bahkan untuk premium ketahanan stok diprediksi hingga 13 hari. 


“Kami prediksi di momen lebaran nantinya untuk Gasoline konsumsinya akan naik sebesar 2,3 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 148 KL perhari dari 6.517 KL perhari. Untuk mengantisipasi hal itu makanya kami sudah menyediakan penambahan stok terlebih dahulu yang cukup hingga 11 – 13 hari kedepan,” ujar Executive General Manager Regional Kalimantan Freddy Anwar.


Sementara untuk BBM jenis Gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) konsumsinya di momen lebaran ini diprediski turun 1,3 persen dari dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 31 KL perhari dari 2.430,4 KL perhari.


“Walau diprediski turun Pertamina tetap melakukan stok monitoring gasoil sesuai dengan kebutuhan. Saat ini stok solar dapat memenuhi kebutuhan hingga 12 hari,” tambahnya.


Lalu untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan LPG 3 Kg pada Idul Fitri tahun 2021, Pertamina juga telah melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan alokasi penyaluran sebesar 5,3 % dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 3.566 MT (1.188.843 tabung) MT dari konsumsi normal rata-rata bulanan yaitu 33.631 Metrik Ton untuk wilayah Kalimantan.


Penguatan stok LPG telah dilakukan dari akhir bulan April dengan penambahan stok cadangan melalui dua tahap yaitu Tahap I pada April 2020 dan Tahap II pada Mei 2020. Penyaluran ini telah disalurkan ke 252 Agen dan 2.405 outlet LPG yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.


“Untuk wilayah Kalsel penambahan fakultatif Tahap I sebanyak 583 Metrik Ton atau 194.320 tabung dan penambahan fakultatif Tahap II sebanyak 633  Metrik Ton atau 211.00 tabung,” ungkapnya. 


Dalam upaya pemenuhan kebutuhan LPG, Pertamina juga menyiapkan lembaga penyalur LPG Pertamina yaitu agen dan outlet LPG Siaga sebanyak 298 agen PSO, 951 outlet PSO, 75 agen NPSO dan 276 outlet NPSO di seluruh wilayah Kalimantan. 


“Langkah antisipatif lainnya adalah Pertamina menginstruksikan agen-agen untuk melalukan pengisian LPG NPSO ke Modern Outlet seperti indomaret dan SPBU sebagai outlet penjualan LPG. Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperlancar distribusi LPG jika terjadi hambatan di lapangan,” tukasnya.


Sumber: Rilis Pertamina


Lebih baru Lebih lama