Dispersip Kalsel Terima Penghargaan Kearsipan Nasional Sangat Baik

WAWANCARA: Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj  Nurliani Dardie - Foto Dok

BORNEOTREND.COM- Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (Dispersip) Kalsel telah menerima penghargaan kearsipan nasional dengan kategori BB (sangat baik).


Penghargaan sendiri diserahkan Menteri Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahyo Kumolo yang didampingi Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Selasa (20/4/2021) lalu.


Menteri PAN RB Tjahyo Kumolo mengatakan, banyak arsip negara bahkan aset bermasalah hingga hilang akibat tidak tercatat. Karena itulah pihaknya menekankan pentingnya arsip, khususnya yang menyangkut aset-aset daerah. Jangan sampai dokumen bangunan cagar budaya di daerah hilang, seperti yang terjadi di beberapa daerah meski fisiknya masih ada dilihat. 


“Ini perlu ditata karena hal itu bagian dari reformasi birokrasi. Arsip itu memang penting, khususnya yang menyangkut aset daerah. Arsip perlu ditata karena arsip juga merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi. Arsip juga menyangkut layanan publik," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj  Nurliani Dardie mengungkapkan, penilaian hasil pengawasan kearsipan dilakukan ANRI tiap tahunnya. Tahun lalu meraih nilai 66, 45 dengan predikat baik.


Tetapi tahun ini Kalsel menjalani metode dengan tahap lebih tinggi, yakni tidak hanya pengawasan, tapi juga audit.


"Untuk metode audit, tingkatan penilaian paling tinggi memang sangat baik. Kalau tahun lalu Kalsel bisa meraih predikat baik," ujar Bunda Nunung sapaan akrabnya.


Sekedar diketahui untuk catatan hasil pengawasan kearsipan dari tahun ke tahun yang dimiliki Dispersip Kalsel, yaitu pada Tahun 2016 nilai 41 kategori buruk, tahun 2017 nilai 61 kategori cukup, tahun 2018 nilai 71,19 cukup, tahun 2019 nilai 66,45 baik dan terakhir tahun 2020 nilai 78,14 sangat baik. 


"Jadi dari hasil pengawasan eksternal tahun 2020, Dispersip Kalsel ranking delapan dengan hasil sangat baik dengan nilai 78,14," tukasnya.


Penulis: Fathur

Lebih baru Lebih lama